Kebanyakan, yang tidak berhasil digarap
dipengaruhi beberapa faktor, seperti mindset berfikir, soliditas team, produk, modal,
dan pendampingan yang efektif.
Namun,
pada kesempatan kali ini saya coba akan menkritisi dari sisi modal dan pendampingan
yang efektif, setelah kita anggap bahwa mindset berfikir, soliditas team, dan
produk yang ditawarkan.
Di modal, terkadang bagi pengaju
proposal PMW itu memang bener-benar adalah mereka yang pure
mau belajar dalam dunia usaha, dan kalaupun ada sedikit tambahan modal terkadang
sudah benar-benar maksa, maksa maksudnya bagaimana? maksa kantong sendiri,
jatah uang saku dari beasiswa, atau kantong mamak (ortu). Hhe, itu perjuangan
no problem mudah-mudahan.
Namun alangkah baiknya, cukup batasi quota
untuk yang layak lulus di pengajuan PMW dan mendapatkan pendanaan dengan tanpa
mengurangi besaran anggaran yang dikeluarkan dari yang bersangkutan. Misalnya tahun
2019 memperoleh quota pengajuan proposal dengan kisaran anggaran 15 juta dan
menerima 150 proposal yang masuk dan siap di danai, sebaiknya pangkas jumlah proposal
menjadi 50 proposal saja. Artinya dalam perproposal dia mendapatkan pendanaan
diangka 2,25 Miliar rupiah dibagi kepada 50 proposal setidaknya setiap proposal
akan mendapatkan pendanaan diangka 45 juta rupiah. Tujuannya satu agar anggaran
yang diajukan untuk buka usaha para mahasiswa bisa jalan, 45 Juta di era
sekarang cukup realistis jika hanya untuk membuka kedai-kedai atau bisnis
lainnya.
Lihatlah kelak, jika dalam setahun ada
50 proposal dengan minimal keanggotaan team 3 orang cukup ideal untuk pemula
artinya ada 150 orang enterprenuer muda yang akan di hasilkan oleh satu
niversitas di indonesia dalam jangka 1 tahun. Tinggal kita kalikan saja 10 tahun mendatang, aka nada 1500 anak bangsa
yang bertumbuhan di tanah air ini yang akan mengelola SDM dan SDA nya sendiri
tanpa harus mengandalkan tenaga asing. Dan bayangkan jika ini terjadi disemua
kampus se-Indonesia cukup anda hitung sendiri. Kurang lebih begitulah cara kampus
melahirkan generasi entrepreneur.
Berarti membatasi kreativitas buat yang
lain dong? Justru dengan memperketat dan menaikkan budget akan menambah
adrenalin muda untuk lebih bersemangat menghadirkan inovasi-inovasi yang
terbaik, dan kalo bisa sampe bisa berhasil.
Mengapa banyak tidak jalan? Ini banyak
faktornya, bagi yang telah selesai di bab Mindset untuk memilih menjadi
pengusaha misalnya, disaat pendanaan tidak sesuai dengan yang di anggarkan
akhirnya stagnan hingga bubar. Meminta dana talangan belum tentu ada yang
mempercayai atau tambahan juga belum ada. Akhirnya uang dibagi rata team buat
beli gadget atau bayar kontrakan misalnya. Hhe. Maaf kalo ada yang terjadi
serupa ulasan ini.
Lalu,
Birokrasi juga gagal atau tidak sungguh-sungguh dalam mempersiapkan siapa yang
akan menjadi mentor mereka saat pendanaan berhasil, saat proposal mereka
didukung. Karena menganggap PMW adalah dana hibah sehingga tanpa diberikan
layanan atau pengawalan yang layak.
Pendamping atau Coach itu sangatlah
penting, karena ia yang akan menjadi navigator kemana cita-cita akan melaju,
tujuannya ada dua, pertama bagi seorang wirausaha pemula sangat butuh yang
namanya ilmu pengetahuan, diibaratkan dalam perjalanan tengah malam diruang
yang gelap ia perlu penerang jalan, agar ia tidak terjebak pada jurang atau
agar tidak terjadi salah jalan, kedua sebagai penjaga spirit muda dalam
menjalani kehidupan wirausaha yang penuh liku, jika tidak ada maestro maka
sehebat apapun kita karena ini bicara soal pemula, maka ia akan mudah tumbang
disanalah mentor itu diperlukan. Bukan sebagai BPK (Badan Pengawas Keuangan)
nya kampus, tetapi sebagai mentorship yang berperan sebagai pendamping
wirausaha mahasiwa agar lebih terarah, dan terukur dengan baik.
Misalnya, bagi mahasiswa yang lulus PMW
dibidang kuliner maka pendampingnya pun harus dari orang yang ahli kuliner,
Ahli Teknologi juga harus di dampingi dari ahli teknologi, otomotif juga harus
di damping yang memang ahli dibidang otomotif, dan seterusnya.. Diperkirakan
hanya butuh 5 tahun saja paling lambat untuk proses pendampingan, setelah itu
akan melahirkan lebih pendamping-pendamping hebat yang energik berawal dari
enerpreneur muda tersebut.
Kepada pihak atau kelompok yang merasa
berhasil pengajuan pendanaanpun, bukan seenaknya saja menghabiskan anggaran dan
tanpa dosa saat itu berhasil anda raih. Ingat bung ada dana orang lain yang
boleh jadi tertahan karena anda yang beruntung mendapatkannya, tetapi bukan
yang layak maju, untuk apa diajukan jika hanya untuk hura-hura dan main-main,
ada banyak yang ia sungguh membutuhkan pendanaan didalam dunia usaha akan
tetapi ia belum beruntung mendapatkannya, bijaklah dalam perkara ini.
Tunjukan kesungguhan disaat berpeluang
mendapatkannya, ada istilah mengatakan begini, "Perkara bisnis adalah
suatu perkara yang baik dan bukan untuk coba-coba, jika kita meniatkan kebaikan
hanya sekedar untuk coba-coba, maka kita akan mendapatkan hasil yang juga sesuai
dengan niatnya, Coba-coba". Yakinlah menjadi seorang entrepreneur itu berat,
tetapi saya yakin kita bisa.
Semoga bermanfaat. Pengingat untuk kita
semua bukan paling baik, beginilah caraku mengingatkan untuk diri dan sahabat
orang-orang terkasih.
Terimakasih.
Sahabatmu,
@giyanto.id

Komentar
Posting Komentar