Langsung ke konten utama

UNSRI Bersampah

(Dok: Halam Auditorium Unsri)

Pagi ini Jumat (31/8) kembali saya dikejutkan dengan sebuah temuan atau semacam penampakan yang seharusnya tidak terjadi di tubuh kampus Universitas yang kita cintai, karena saya berkeyakinan besar pula bahwa setiap kita mencintainya. 

Saya pribadi sangat menyayangkan hal ini terjadi, dimana bentuk rasa syukur kita terhadap kampus yang cukup kita agung-agungkan selama ini. Ternyata etika kita saja sama sekali belum mampu  untuk menghargainya dengan menjaga sampah diri kita masing-masing.

Ribuan orang yang hadir setiap 2 bulan sekali untuk menyaksikan agenda sakral sebagai bentuk penyematan atau penugasan kepada setiap putra-putri terbaik bangsa ini, sebagai simbolisasi pelepasan bahwa mereka siap diluncurkan dimasyarakat untuk mengabdikan diri agar mampu mengentaskan problematika yang terus tumbuh menjamur di negeri NKRI dari ilmu yang telah diperoleh.

Sebagaimana selogan yang begitu mulia yang sering kita sebut dengan "Ilmu Alat Pengabdian". Silahkan cari apa yang lebih mulia selain ilmu pengetahuan?. Letak kemuliaan ilmu karena ia mampu mengajarkan ketidaktahuan menjadi memahami, dari lupa menjadi alarm pengingat, dari kejahiliyahan menuju kepada kegemilangan. Itulah hakikatnya ilmu pengetahuan.

Disini kita bisa melihat bahwa masih belum adanya kesadaran yang tumbuh dari  setiap diri kita dengan baik, yang sejatinya kita adalah sebagai Khalifah dimuka bumi. Pemimpin dimuka bumi, dan akan dimintai pertanggungjawaban apapun yang telah kita lakukan. Meskipun hanya membuang secarik kertas.

Mari bersikap bijaklah terhadap sampah. Cukup membanggakan ketika melihat adanya badan yang mengelola dibidang persampahan, atau komunitas yang khusus pengelolaan sampah. Setidaknya mereka memiliki peranan besar dalam menjaga bumi.

Sudah saatnya semua elemen yang ada di Universitas Sriwijaya menggerakkan bersatu padu bersepakat untuk menjaga kebersihan dilingkungan kampus kita. Selagi kita memiliki peranan penting semasa hari ini. Jangan lewatkan kesempatan emas yang bisa kita gagas, ada banyak cara yang dapat kita lakukan,

Pertama, bangun konsolidasi bersama untuk bersepakat menjaga lingkungan kehidupan kampus dari tumpukkan sampah. Baik dalam bentuk pencerdasan atau advokasi agar diberikan fasilitas yang mampu menampung selayaknya sampah.

Kedua, ingatkan seluruh sanak saudara ketika akan memasuki lingkungan kampus untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat, terutama di hari-hari besar yang memang akan banyak mengeluarkan banyak sampah. Namun bukan berarti memberikan keleluasaan serta kebebasan membuang sampah dalam keseharian kita.

Ketiga, mulailah dari diri kita. Tidaklah baik suatu sekumpulan manusia atau golongan, melainkan didukung pula dengan individu-individu yang baik. Jika kita tidak mampu menjaganya, dengan cara tidak merusaknya adalah cara terbaik kontribusi kita.

Cukuplah mengatakan bahwa semua sudah ada yang mengelolanya, sudahlah sudah ada tukang sapu, sampai kapan mental generasi kita bermental penjajah. 
Bukankah pembukaan UUD 1945 mengungkapkan "penjajahan di atas dunia harus di hapuskan" namun ternyata faktanya kita masih bermental penjajah, hanya saja posisi kita yang lebih dulu di jajah. Boleh jadi ketika kita memiliki power yang besar akan lebih bersemangat untuk menjajah.

Saya berkeyakinan kejayaan Indonesia di tahun 2045 akan menjadi sebuah kegemilangan, apabila kesadaran setiap kita mulai ditumbukan dimulai dari bagaimana kita bijak terhadap sampah. Sebagaimana opini yang pernah saya sampaikan pada tema "Sampah, Pemuda dan Indonesia", bahwa Indonesia dengan gugusan bahkan ribuan pulaunya dari Sabang sampai Merauke amatlah luas. Namun hal tersebut begitu luas untuk kita jaga, sebagai sarana belajar kita mari kita jaga dari secuil tempat yang kita pijak untuk memulainya untuk tidak kita kotori.

Oleh :
Giyanto
Sekjend PD KAMMI Ogan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampah, Pemuda dan Indonesia

(Sumber : https://encryptedtbn0.gstatic.com/images?/) Sampah, menurut KBBI merupakan barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Saya rasa sangat sepakat dengan makna yang terkandung apa itu sampah, sejatinya sesuai benda yang memang bukan hal yang begitu baik, tetapi merupakan sesuatu benda yang sudah tak layak pakai, atau benda yang memang harus dijauhkan dari kita sebagaimana manusia yang selalu ingin hidup sehat dan bersih. Faktanya, tidak sedikit sampah yang kita temui di beberapa tempat, dari pelosok desa, hingga di perkotaan. Bahkan tidak sedikit anggaran dalam hal bagaimana mengelola persampahan. Dampak dari sampah yang ada, telah banyak kita temui seperti halnya yang terjadi di lingkungan masyarakat perkotaan yang rentan terkena banjir di akibatkan karena tersumbatnya selokan-selokan atau saluran air akibat dari sampah, lebih tragis lagi setelah terjadinya kebanjiran makan tak sedikit kejadian rumah yang tenggelam akibat genangan air. Lan...

PD KAMMI Ogan Resuffle Kepengurusan

Berlangsung dengan khidmat prosesi sakral acara Reshuffle Kepengurusan PD KAMMI OGAN dan silaturahim Kader KAMMI Ogan, Selasa (28/8) pukul 15.30 wib s/d selesai. Mengingat pentingnya menjaga stabilitas roda organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang kita kenal dengan nama akrab (KAMMI) Pengurus Daerah Ogan, telah menggelar agenda Resuffle kepengurusan yang selama ini berjalan. Adapun bidang yang di Resuffle adalah sekretaris Komander, dan Bidang 3. Komander adalah singkatan dari Komando pemandu kader, bidang yang mengelola khusus pada peningkatan kualitas SDI (Sumber Daya Insani), sementara bidang 3 adalah dikenal dengan bidang Perempuan yang terkhusus berperan dalam mengelola ke-akhwatan (perempuan) KAMMI dan khususnya perempuan di Daerah Ogan. Agenda silaturahim dan Resuffle kepengurusan yang di dilaksanakan tepatnya di Consetta Cafe, kelurahan Timbangan KM. 32 Indralaya Utara Kecamatan Ogan Ilir Sumatera Selatan. Pertimbangan besar terjadinya Resuff...

Doa Senjata Muslim

Untuk menggapai hasil yang kita cita-citakan, setiap orang punya usaha keras. Siang malam mengeluarkan keringat untuk menggapainya. Mau usaha laundrynya sukses, bisnis komputernya lancar, atau berhasil dalam menghadapi ujian berbagai usaha pemasaran, inovasi produk dan belajar keras pun dilakukan. Namun satu hal yang mesti seorang pengusaha atau seorang yang ingin meraih keberhasilan perhatikan adalah bagaimana dirinya jangan sampai melupakan Rabb yang memudahkan segala urusan. Betapa pun usaha yang kita lakukan, itu bisa jadi sia-sia ketika kita melupakan Rabb Ar Rahman yang mengabulkan segala hajat. Dengan banyak memohon pada Al Fattaah, Maha Pemberi Karunia, segala hal bisa jadi lebih mudah. Inilah yang jadi senjata seorang muslim yang mesti ia gunakan untuk meraih suksesnya. Janji Allah Bagi Orang yang Memanjatkan Do’a Ayat-ayat qur’aniyah berikut menunjukkan keutamaan seseorang yang memanjatkan do’a. Allah  Ta’ala  berfirman, وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَج...